News
Mengenal Soft Attributes dalam Brand

Mengenal Soft Attributes dalam Brand

Setiap brand memiliki keunikan dan karakteristiknya sendiri yang membuatnya dikenali dan membedakan dirinya dari brand lainnya. Identitas atau karakter ini, dikenal sebagai soft attributes, memainkan peran krusial dalam membangun hubungan positif dengan konsumen dan memacu penjualan. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan soft attributes, dan apa saja komponennya?

Apa itu Soft Attributes dalam Branding?

Soft attributes merujuk pada elemen-elemen yang tidak terlihat secara eksplisit pada brand. Berbeda dengan hard attributes yang mencakup identitas fisik seperti nama, logo, dan slogan, soft attributes terbentuk melalui implementasi strategi dan nilai-nilai perusahaan. Elemen ini memainkan peran kunci dalam membentuk persepsi konsumen terhadap brand, yang seringkali terbentuk secara tidak langsung.

Komponen-Komponen Soft Attributes:

  1. Uniqueness dan Positioning:

    Keunikan adalah kunci untuk membedakan sebuah brand dari yang lain. Dalam persaingan bisnis yang semakin ketat, keunikan menjadi faktor penting yang dapat meningkatkan nilai brand. Positioning, di sisi lain, menentukan bagaimana brand dilihat di pasar atau industri. Ini berkaitan dengan visi, misi, dan strategi bisnis yang kemudian berkembang seiring dengan aktivitas branding.

    Sebagai contoh, Nike berhasil menciptakan posisinya sebagai merek perlengkapan olahraga terbaik di dunia, menyasar atlet dan penggemar olahraga yang mengutamakan kenyamanan dan performa. Keberhasilan ini membuktikan bahwa positioning yang tepat dapat mengangkat sebuah brand.

  2. Appeal (Daya Tarik):
    Daya tarik brand melibatkan kemampuannya untuk menarik perhatian, merangsang, menyenangkan, dan sesuai dengan preferensi konsumen. Brand perlu membangun hubungan emosional dengan konsumen melalui pesan atau produk yang menarik minat mereka.

    Contohnya, iklan Gillette dengan pesan skinship mencoba menyampaikan hubungan penting antara ayah dan anak lewat produk pisau cukur mereka. Melalui desain komunikasi visual yang tepat, brand berhasil merangkul konsumen dengan pesan keintiman tersebut.

  3. Credibility (Kredibilitas):

    Kredibilitas adalah faktor yang membuat konsumen percaya pada sebuah brand. Meskipun bisa diupayakan, kredibilitas bukan sesuatu yang dapat dipaksakan. Brand perlu berkomitmen untuk memenuhi klaim dan janji yang diungkapkan kepada konsumen, yang kemudian membentuk kredibilitas.

    Konsumen yang merasa yakin terhadap kredibilitas sebuah brand lebih cenderung menjadi pelanggan setia. Oleh karena itu, mempertahankan kredibilitas merupakan langkah krusial dalam menjaga hubungan baik dengan konsumen.

  4. Consistency (Konsistensi):

    Konsistensi adalah kunci untuk menjaga identitas brand tetap kuat. Di tengah perubahan tren dan dinamika pasar, brand harus tetap konsisten dalam nilai, pesan, dan tampilan. Meskipun brand berinteraksi di berbagai saluran dan format seperti iklan televisi, radio, atau online, konsistensi tetap diperlukan.

    Tanpa konsistensi, brand sulit mempertahankan pengenalan yang telah dicapai sebelumnya. Konsistensi juga membantu brand untuk beradaptasi dengan perubahan dan tetap relevan di mata konsumen.

  5. Value Innovation (Inovasi Nilai):

    Inovasi adalah kunci keberlanjutan bisnis dalam menghadapi perubahan pasar. Brand perlu terus berinovasi untuk menjaga minat dan relevansinya di mata konsumen. Inovasi tidak selalu harus dilakukan sendiri, melainkan bisa melalui kolaborasi dengan pihak lain.

    Sebagai contoh, brand dapat berinovasi melalui produk baru atau melalui kolaborasi dengan pihak lain untuk menciptakan nilai tambah. Inovasi menjadi penting untuk mempertahankan ketertarikan konsumen terhadap brand.

Peran Desain Komunikasi Visual (DKV) dalam Menciptakan Soft Attributes:

Dalam mengembangkan soft attributes, peran Desain Komunikasi Visual (DKV) menjadi sangat penting. DKV membantu menciptakan elemen-elemen visual dan pesan yang mendukung identitas brand. Profesional DKV memiliki pemahaman holistik tentang branding, baik dari segi visual maupun konsep keseluruhan.

Mengambil Langkah di Dunia Branding dengan Jurusan DKV BINUS UNIVERSITY:

Bagi mereka yang tertarik memahami dunia branding yang dinamis, jurusan DKV BINUS UNIVERSITY adalah pilihan yang tepat. Materi kuliah disesuaikan dengan kondisi industri terkini, dan tenaga pengajar terbaik di bidangnya memastikan mahasiswa siap bersaing secara global setelah menyelesaikan studi. Dengan menggali ilmu di jurusan DKV, para calon profesional dapat membawa kontribusi positif dalam dunia branding yang terus berkembang.