News
Peduli Komunitas Disabilitas Netra, BINUS Luncurkan Bee Braille

Peduli Komunitas Disabilitas Netra, BINUS Luncurkan Bee Braille

Dalam upaya terus mendukung inklusivitas dan memberikan kontribusi positif kepada masyarakat, BINUS University dengan bangga meluncurkan inovasi terbarunya, Bee Braille. Bee Braille merupakan langkah konkret dari BINUS University dalam mewujudkan pendidikan inklusif, khususnya bagi komunitas disabilitas netra. Melalui proyek ini, BINUS University berkomitmen untuk menciptakan solusi yang dapat memberikan akses yang lebih mudah dan setara terhadap pengetahuan bagi semua.

Bee Braille: Mengurai Tantangan Bagi Tuna Netra dalam Akses Pendidikan
Bee Braille diresmikan dalam sebuah acara bersejarah pada tanggal 20 Juli di Digital Industry Lab, BINUS @Kemanggisan, Syahdan Campus. Dr. Reina, S.Kom., M.M., selaku Vice Rector Academic Operation & Resources, turut hadir dalam acara tersebut, menandai momen penting dalam perjalanan BINUS University untuk lebih peduli terhadap kebutuhan komunitas disabilitas.

“Kami sangat bangga dapat meluncurkan Bee Braille, sebuah inovasi yang dihasilkan dari dedikasi dan semangat tim kami. Melalui Bee Braille, kami ingin memberikan solusi konkret bagi komunitas disabilitas netra untuk mengakses pengetahuan dengan lebih mudah,” ungkap Dr. Reina.

Bee Braille adalah alat bantu revolusioner yang dirancang untuk membantu tuna netra mengakses materi edukasi, seperti buku pengetahuan dan cerita.

Serah Terima kepada Komunitas Disabilitas Netra Fajar Harapan
Dalam sebuah seremoni yang penuh kehangatan, Bee Braille Nusantara diserahkan kepada Komunitas Disabilitas Netra Fajar Harapan. Dr. Reina didampingi oleh Ibu Dr. Ir.

BINUS University Menghadirkan Inovasi Inklusif: Bee Braille untuk Membantu Komunitas Disabilitas Netra

Monica Linda Permatasari, selaku Penanggung Jawab Komunitas Fajar Harapan, turut menyampaikan rasa terima kasihnya, “Terima kasih dan kami sangat bersyukur, teman-teman di BINUS University dapat mengembangkan alat yang bermanfaat membantu teman-teman tunanetra terutama untuk belajar. Terutama dapat membantu membaca huruf-huruf tertentu yang sulit untuk dibaca. Beberapa teman sudah mencoba Bee Braille dan mereka sangat senang.”

Peran BINUS University dalam Pendidikan Inklusif
Bee Braille bukanlah satu-satunya inovasi dari BINUS University dalam mendukung pendidikan inklusif. Sebelumnya, tim Computer Science BINUS University berhasil mengembangkan Sonarvision, sebuah alat pelengkap tongkat bantu yang dapat mendeteksi halangan hingga jarak 3 meter di depan penggunanya. Dengan demikian, BINUS University terus membuktikan peran aktifnya dalam menciptakan solusi teknologi yang dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan fisik.

Komitmen BINUS University untuk Masyarakat
Bee Braille menandai komitmen BINUS University untuk terus membina dan memberdayakan masyarakat melalui pendidikan. Inovasi ini tidak hanya menciptakan perangkat teknologi, tetapi juga simbol dari kepedulian dan inklusivitas.

Dalam pidato penutup, Dr. Reina menegaskan, “BINUS University akan terus berinovasi dan berkontribusi pada masyarakat. Bee Braille adalah bukti nyata bahwa melalui kolaborasi dan dedikasi, kita dapat menciptakan perubahan positif